Tugas Kelompok Transaksi Formal

Oleh : Elvi Sukaesih, Siti Mutmainah, Khoirul Abidin

  1. PT Nayasa nasabah Bank Syariah Sejahtera berkewajiban membayar L/C impor sebesar USD 500,000 yang akan jatuh tempo 90 hari lagi sejak 25 Oktober 2019. Indikasi kurs USD/IDR akhir-akhir ini menunjukkan bahwa kurs USD cenderung menguat terhadap IDR. Pertanyaan?
  2. Transaksi lindung nilai apa yang harus dilakukan oleh PT Nayasa untuk mengamankan kewajibannya?
  3. Jika bank mengambil spread margin senilai Rp10 per USD, berapa premi yang harus dibayar?
  4. Kapan eksekusi transaksi tersebut dilakukan? Bagaimana perhitungan transaksinya?

Lihat jawaban ==> 201901112207_Tugas_Manajemen_Syariah_5_

Forward Agreement untuk Lindung Nilai Bank Syariah

Oleh : Elvi Sukaesih, Siti Mutmainah, Khoirul Abidin

Risiko eksposur transaksi merupakan risiko tidak murni, karena terdapat kemungkinan perubahan nilai tukar di masa depan akan memberikan hasil yang menguntungkan atau merugikan bagi perusahaan. Eksposur transaksi perusahaan multinasional timbul karena arus kas masa depan perusahaan dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar. Hutang dan piutang perusahaan multinasional banyak didenominasi dalam valuta asing akibat transaksi berskala internasional. Hutang dan piutang atas transaksi yang telah terjadi akan dibayarkan dan diterima perusahaan di masa yang akan datang di mana fluktuasi nilai tukar terjadi sepanjang waktu, sehingga perusahaan dihadapkan pada ketidakpastian atas jumlah penerimaan atau pembayaran di masa yang akan datang. Salah satu strategi yang diterapkan perusahaan untuk mengurangi ketidakpastian arus kas di masa depan adalah dengan melakukan hedging.
Hedging merupakan strategi penanganan risiko oleh perusahaan, dimana risiko tersebut muncul akibat perubahan nilai kurs di masa depan dengan cara memperoleh suatu arus kas, aset, atau kontrak yang nilainya dapat naik atau turun dan melakukan offset dengan suatu penurunan (atau kenaikan) dari suatu posisi yang sudah ada.

Selengkapnya ==> 201901112207_Tugas_Manajemen_Syariah_4

TUGAS DISKUSI KELAS PERHITUNGAN TRANSAKSI FORWARD JUAL

TUGAS DISKUSI KELAS PERHITUNGAN TRANSAKSI FORWARD JUAL

  1. Pada tanggal 1 November 2018, Asea Co Ltd, Tokyo ingin menutup kontrak forward atas L/C impor sebesar USD 1.000.000 yang akan jatuh tempo 1 Desember 2018.

Asea akan menyerahkan JPY kepada bank dan bank akan menyerahkan USD kepada perusahaan.

Kurs spot USD/JPY: 112,60/80

USD interest: 2,5%

JPY interest: 1%

Pertanyaan: berapa kurs forward yang akan diberikan oleh bank kepada importir jika bank memperhitungkan margin sebesar JPY 0,03 per USD sebagai keuntungan?

Jawaban:

Forward point = SR x (CI – BCI) x CP = 112,80 x ( 1% – 2,5%) x 28 = ( 0,13 )

360

Forward Point         = ( 0,13 )

Margin bank           = ( 0,03 )

Discount forward   = ( 0,1 )

Kurs spot beli        = 112,80 +

Kurs forward beli  = 112,70

 

Pada tanggal 1 Desember 2018 bank akan membeli USD milik Asea Co Ltd, Tokyo sebesar USD 1 Juta dengan kurs JPY  112,70 per USD. Jadi eksportir akan menerima sebesar JPY 112.700.000 Dalam akuntansi bank transaksi lni dibukukan, bank membeli USD 1 juta dengan kurs JPY 112,80 dan memperoleh pendapatan dari eksportir berupa diskon forward sebesar JPY 0,1 per USD 1.

Tugas_Perhitungan_Transaksi_Forward_ELVI_SUKAESIH

MANAJEMEN RISIKO PEMBIAYAAN SYARIAH TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT SUKU BUNGA

Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi suatu negara pada umumnya tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan dan perkembangan dari para pelaku ekonomi yang menjalankan kegiatan perekonomian. Salah satu faktor penting dalam pembangunan suatu negara adalah adanya dukungan dari sistem keuangan yang sehat dan stabil. Salah satu sistem keuangan negara Indonesia sendiri adalah sistem perbankan dan sistem lembaga keuangan bukan bank. Peran perbankan dan lembaga keuangan lainnya sangat menentukan bagi pertumbuhan perekonomian suatu negara, itu disebabkan karena fungsi bank sebagai lembaga intermediasi dan karena aktivitas bank sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat (Arthesa dan Handiman, 2006:6). Bank Menurut Kasmir (2005, 23) adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak. Lembaga perbankan di Indonesia telah terbagi menjadi dua jenis, yaitu bank dengan sistem konvensional dan bank dengan sistem syariah. Bank syariah atau bank Islam seperti halnya bank konvensional yaitu berfungsi sebagai suatu lembaga intermediasi, menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana-dana tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk pembiayaan. Peranan perbankan sebagai lembaga keuangan tidak pernah terlepas dari masalah kredit atau pembiayaan. Bahkan kegiatan bank sebagai lembaga keuangan, pemberian atau penyaluran pembiayaan merupakan kegiatan utamanya (Kasmir, 2001:71). Pembiayaan merupakan pendanaan yang diberikan oleh suatu pihak kepada pihak lain untuk mendukung investasi yang telah direncanakan, baik dilakukan sendiri maupun lembaga. Dengan kata lain, pembiayaan adalah pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi yang telah direncakan (Muhammad,2005:17).
Dalam perbankan syariah terdapat dua jenis kontrak pembiayaan bila dibedakan dari sifat alami pengembalian atas kontrak-kontrak tersebut. Disinilah muncul istilah NCC (Natural Certainty Contracts) dan NUC (Natural Uncertainty Contracts). NCC adalah kontrak atau akad bisnis dimana terdapat kepastian pembayaran baik dalam jumlah maupun waktu. Dalam akad ini terjadi pertukaran antara pihak yang bertransaksi yang dapat berupa barang dan jasa atau berupa financial asset. Akad yang termasuk dalam NCC adalah jual-beli, sewa-menyewa dan upahmengupah. Sedangkan NUC adalah kontrak atau akad bisnis dimana tidak terdapat kepastian pembayaran baik dalam jumlah maupun waktu. Akad yang termasuk dalam NUC adalah akad bagi hasil seperti musyarakah, mudharabah,mukhabarah, musaqah, dan muzara’ah (Taufik, 2011:51). Pembiayaan yang diberikan oleh bank kepada nasabah akan mendapatkan balas jasa berupa bagi hasil, margin keuntungan, dan pendapatan sewa, tergantung pada akad pembiayaan yang telah diperjanjikan antara bank syariah dan mitra usaha (nasabah). Pembiayaan akan berpengaruh pada peningkatan profitabilitas bank. Hal ini dapat tercermin pada perolehan laba. Dengan adanya peningkatan laba usaha bank akan menyebabkan kenaikan profitabilitas bank (Ismail, 2011:110)

Selengkapnya ==> 201901112207_Tugas_Manajemen_Syariah_3

Sub Bab Chapter 10 Applied Problems

Jawaban sub bab chapter 10 Applied Problem soal nomor 23 s.d 25 halaman 240 dan 241.

1. X-Bank reported an ROE of 15% and an ROA of 1%. How well capitalized is this bank?

Return on Equity Ratio yang biasanya disingkat dengan ROE adalah rasio profitabilitas yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari investasi pemegang saham di perusahaan tersebut. Dengan kata lain, ROE ini menunjukkan seberapa banyak keuntungan yang dapat dihasilkan oleh perusahaan dari setiap satu rupiah yang diinvestasikan oleh para pemegang saham. ROE biasanya dinyatakan dengan persentase (%).

Rasio Return on Equity (ROE) dihitung dengan membagi laba bersih dengan ekuitas pemegang saham. Berikut ini adalah Rumus ROE : ROE = Laba bersih setelah Pajak / Ekuitas Pemegang Saham
Return on assets (ROA) merupakan salah satu rasio profitabilitas yang dapat mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aktiva yang digunakan. ROA mampu mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan pada masa lampau untuk kemudian diproyeksikan di masa yang akan datang.

Lalu apabila X-Bank melaporkan ROE sebesar 15% dan ROA sebesar 1 %, maka bank tersebut dapat dikatakan baik, karena ROE lebih besar dibandingkan dengan ROA. Itu artinya bank menghasilkan laba dengan menggunakan modal dari setoran pemilik dan laba ditahan lebih besar dibandingkan bank menghasilkan laba dari aktiva yang digunakan yang memungkinkan aktiva tersebut berasal dari hutang.

2. Suppose that you are the manager of a bank whose $100 billion of assets have an average duration of four years and whose $90 billion of liabilities have an average duration of six years. Conduct a duration analysis for the bank, and show what will happen to the net worth of the bank if interest rates rise by 2 percentage points. What actions could you take to reduce the bank’s interestrate risk?
Jika suku bank naik 2 %: Aset Kewajiban $100 billion $90 billion Durasi rata-rata 4 tahun Durasi rata-rata 6 tahun

Perhitungan:

a. Persen perubahan nilai pasar aset = Precent point change interest rest x duration in years
= -2 % x 4 years
= -8 %
Artinya, nilai pasar asset Bank turun 8 % yaitu sebesar $8 juta dari $100 juta asset.
b. Persen perubahan nilai pasar Kewajiban = Precent point change interest = rest x duration in years = -2 % x 6 = -12 %

Artinya, nilai pasar kewajiban Bank turun 12 % yaitu sebesar $10,8 juta dari $90 juta kewajiban (12% x $90).

Langkah yang diambil untuk menurunkan resiko suku bunga: – Menjual surat-surat berharga. – Meminjam dana dari bank lain. – Meminjam dana dari Bank Sentral (BI). – membeli suku bunga berjangka – Jual obligasi jangka panjang. – Membeli obligasi dengan hasil tinggi. – Diversifikasi saham.

2. Suppose that you are the manager of a bank that has $15 million of fixed-rate assets, $30 million of rate-sensitive assets, $25 million of fixed-rate liabilities and $20 million of rate-sensitive liabilities. Conduct a gap analysis for the bank, and show what will happen to bank profits if interest rates rise by 5
percentage points. What actions could you take to reduce the bank’s interestrate risk? Aset Liabilitas $30 million of rate-sensitive assets $20 million of rate-sensitive liabilities $15 million of fixed-rate assets $25 million of fixed-rate liabilities

Suku Bank naik 5 %:

Analisis Gap dan Durasi = Sensitive assets – Sensitive Liabilities = $30 juta – $ 20 juta = $10 juta

Perubahan laba Bank = Analisis Gap x Perubahan Suku Bunga = $10 Juta x 5 % = $500 ribu

Artinya, apabila terdapat kenaikan tingkat suku bunga sebesar 5 %, maka akan terjadi penurunan laba bank sebesar $500 ribu.

Langkah yang diambil untuk menurunkan resiko suku bunga: – Menjual surat-surat berharga. – Meminjam dana dari bank lain. – Meminjam dana dari Bank Indonesia(BI). – membeli suku bunga berjangka – Jual obligasi jangka panjang. – Membeli obligasi dengan hasil tinggi. – Diversifikasi saham.

Selengkapnya ==> 201901112207_Tugas_Manajemen_Syariah_Soal_latihan